Konsep budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya, sehingga pada hidroponik sangat mementingkan dalam memenuhi nutrisi tanaman.
1. Potong rockwell: potong dadu ukuran 2.5 x 2.5 cm, basahi dengan air biasa hingga lembap (jangan tergenang)
2. Tanam benih: lubangi rockwell dengan tusuk gigi, masukkan 1-2 benih ke setiap lubang
3. Simpan: simpan baki semaian di tempat gelap selama 1-2 hari hingga benih berkecambah
4. Jemur: setelah tumbuh daun (sekitar 2-3 daun, usia 7-10 hari), jemur bibit di tempat yang terkena matahari langsung agar tidak kutilang (kurus tinggi langsing)
Proses penanaman
1. Siapkan Wadah: Gunakan botol bekas atau bak plastik. Isi bagian bawah dengan larutan nutrisi AB Mix
2. Pasang Sumbu: Masukkan sumbu flanel ke net pot agar larutan nutrisi bisa naik
3. Pindahkan Bibit: Pindahkan rockwool berisi bibit ke dalam net pot
4. Atur Posisi: Pastikan akar bibit menyentuh sumbu yang basah
perawatan tanaman
1. Cek berkala kualitas air (Pastikan air selalu bersih dan lakukan pergantian 4 hari sekali, kemudian ukur Ph dengan strip meter. Ph harus berada pada rentang 5.5 - 6.5)
2. Cek berkala larutan nutrisi (Pastikan tidak kadaluwarsa dan ganti larutan nutrisi 3 kali heari)
3. Buang tanaman yang sedang sakit (Segera cabut, buang, dan jauhkan dari tanaman yang sehat untuk mencegah penularan)
4. Bersihkan wadah media tanam secara berkala, karena wadang media tanam cenderung rentan ditumbuhi lumut
proses panen
1. Potong tanaman tepat diatas titik tumbuh utama, hindari merusak pada bagian batang dan akar
2. Singkirkan daun yang rusak atau layu untuk menjaga kualitas dan estetika tanaman
3. Masukan tanaman yang dipanen ke dalam wadah bersih dan berventilasi yang baik